Nah, sebelum membahas lebih lanjut, saya sengaja menempatkan subjudul ini lebih dulu ketimbang tema lain. Iya, ini supaya kita sebagai muslim bisa berhati-hati sebelum melakukan perbuatan. Sebab, berdasarkan kaidah fiqih dalam ajaran agama kita, bahwa hukum asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara (syariat Islam). Itu sebabnya, sebelum melakukan suatu perbuatan kita harus tahu apakah perbuatan tersebut dihukumi sebagai perbuatan yang dibolehkan, diwajibkan, disunnahkan, diharamkan atau dihukumi sebagai makruh.
Lalu apa hukumnya merayakan tahun baru masehi bagi seorang muslim? Jawaban singkatnya adalah SSTBAH alias sangat sangat tidak boleh alias haram. Titik.
Duh, kok saklek banget sih? Oke, kalo kamu pengen tahu sebabnya, qt mo ngasih bocorannya nih. Bahwa merayakan tahun baru masehi adalah bukan tradisi dari ajaran Islam. Meskipun jutaan atau miliaran umat Islam di dunia ini merayakan tahun baru masehi dengan sukacita dan lupa diri larut dalam gemerlap pesta kembang api atau melibatkan diri dalam hiburan berbalut maksiat tetap aja nggak lantas menjadikan tuh perayaan jadi boleh atau halal. Sebab, ukurannya bukanlah banyak atau sedikitnya yang melakukan, tapi patokannya kepada syariat.Oke?
So, sekadar tahu aja nih, tahun baru masehi itu sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Nasrani, lho. Masehi kan nama lain dari Isa Almasih dalam keyakinan Nasrani. Sejarahnya gini nih, menurut catatan di Encarta Reference Library Premium 2005, orang pertama yang membuat penanggalan kalender adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada tahun 45 SM jika mengunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus Kristus.
Tapi pada perkembangannya, ada seorang pendeta Nasrani yang bernama Dionisius yang kemudian ?memanfaatkan’ penemuan kalender dari Julius Caesar ini untuk diadopsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus. Itu sebabnya, penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: Anno Domini yang berarti: in the year of our lord) alias Masehi. Sementara untuk jaman prasejarahnya disematkan BC (Before Christ) alias SM (Sebelum Masehi)
Nah, Pope (Paus) Gregory III kemudian memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh bangsa Eropa, bahkan kini di seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan Nasrani. “The Gregorian calendar is also called the Christian calendar because it uses the birth of Jesus Christ as a starting date.”, demikian keterangan dalam Encarta.
Di jaman Romawi, pesta tahun baru adalah untuk menghormati Dewa Janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua-ini bukan munafik maksudnya, tapi merupakan Dewa pintu dan semua permulaan. Jadi mukanya dua: depan dan belakan, depan bisa belakang bisa, kali ye?). Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa (abad permulaan Masehi). Seiring muncul dan berkembangnya agama Nasrani, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai satu perayaan “suci” sepaket dengan Natal. Itulah sebabnya mengapa kalo ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu: Merry Christmas and Happy New Year, gitu lho.
Nah, jadi sangat jelas bahwa apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin. Tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani. Jangankan yang udah jelas perayaan keagamaan seperti Natal, yang masih bagian dari ritual mereka seperti tahun baru masehi dan ada hubungannya serta dianggap suci aja udah haram hukumnya dilakukan seorang muslim. Why?
Di antara ayat yang menyebutkan secara khusus larangan menyerupai hari-hari besar mereka adalah firman Allah Swt.: ”
“Dan orang-orang yang tidak memberikan perasaksian palsu” (QS al-Furqaan [25]: 72)
Ayat ini berkaitan dengan salah satu sifat para hamba Allah yang beriman. Ulama-ulama Salaf seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata “az-Zuura” (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.
Itu artinya, kalo sampe seorang muslim merayakan tahun baru masehi berarti melakukan persaksian palsu terhadap hari-hari besar orang kafir. Naudzubillahi min dzalik. Padahal, kita udah punya hari raya sendiri, sebagaimana dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik ra, dia berkata, saat Rasulullah saw. datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar ('Ied) untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, "Dua hari untuk apa ini?" Mereka menjawab, "Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa jahiliyyah". Lantas beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Iedul Adha dan Iedul Fithri" (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210)
Terus, boleh nggak sih kita merayakan tahun baru karena niatnya bukan menghormati kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya, sekadar senang-senang aja gitu, sekadar refreshing deh. Hmm.. ada baiknya kamu menyimak ucapan Umar Ibn Khaththab: "Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka" (Dikeluarkan oleh Imam al-Baihaqy No. 18640) Umar ra. berkata lagi, "Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka" (ibid, No. 18641) Dalam keterangan lain, seperti dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra, dia berkata, "Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka" ('Aun al-Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarh hadits no. 3512)
Nah, berkaitan dengan larangan menyerupai suatu kaum (baik ibadahnya, adat-istiadanya, juga gaya hidupnya), Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya jilid II, hlm. 50)
At-Tasyabbuh secara bahasa diambil dari kata al-musyabahah yang berarti meniru atau mencontoh, menjalin atau mengaitkan diri, dan mengikuti. At-Tasybih berarti peniruan. Dan mutasyabihah berarti mutamatsilat(serupa). Dikatakan artinya serupa dengannya, meniru dan mengikutinya.
Tasyabbuh yang dilarang dalam al-Quran dan as-Sunnah secara syar’i adalah menyerupai orang-orang kafir dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam aqidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang menunjukkan ciri khas mereka. Hmm.. catet ye!
Tahun baru, dosa baru?
Waduh, masa’ sih kita memulai bilangan tahun dengan dosa baru? Apalagi untuk dosa lama aja kita belum pernah melakukan tobatnya, tapi udah bikin dosa baru. Keterlaluan abis deh kalo sampe punya cita-cita seperti itu. Tapi kenyataannya, ternyata banyak di antara kita yang malah merayakan tahun baru masehi dengan melakukan aktivitas maksiat. Kasihan deh!
Boys and gals, sebenarnya dalam pandangan Islam, untuk mengevaluasi diri selama ini udah ada tuntunannya dalam al-Quran, sebagaimana firman Allah Swt. (yang artinya): “Demi Waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS al-Ashr [103] 1-3)
Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR Ahmad)
Orang yang pasti beruntung adalah orang yang mencari kebenaran, orang yang mengamalkan kebenaran, orang yang mendakwahkan kebenaran dan orang yang sabar dalam menegakan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tidak sia-sia adalah dengan mengetahui dan memetakan, mana yang wajib, sunah, haram, mana yang makruh, en mana yang mubah. Intinya kudu taat sama syariat Islam.
Itu artinya perubahan waktu ini harusnya kita jadikan momentum (saat yang tepat) untuk mengevaluasi diri. Jangan malah hura-hura bergelimang kesenangan di malam tahun baru masehi. Sudahlah merayakannya haram, eh, caranya maksiat pula. Halah, apa itu nggak dobel-dobel dosanya? Naudzubillahi min dzalik!
Sobat muda muslim, nggak baik hura-hura, lho. Hindari deh ya. Jangan sampe lupa diri. Itu sebabnya, Rasulullah saw. mewanti-wanti tentang dua hal yang bikin manusia tuh lupa diri. Sabda beliau saw.: “Ada dua nikmat, dimana manusia banyak tertipu di dalamnya; kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhari)
Nggak baik kalo kita nyesel seumur-umur akibat kita menzalimi diri sendiri. Sebab, kita nggak bakalan diberi kesempatan ulang untuk berbuat baik atau bertobat, bila kita udah meninggalkan dunia ini. Firman Allah Swt.:
“Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.” (QS ar-R?m [30]: 57)
Jadi, nggak usah deh kita ikutan heboh merayakan tahun baru masehi. Kita evaluasi diri, dan itu dilakukan setiap hari biar lebih seru. Jangan nunggu pergantian tahun baru masehi, entar tobat belum eh udah mati duluan. Rugi berat! Yuk kita tingkatin terus amal baik kita, jangan cuma menumpuk dosa. Hari demi hari harus lebih baik. Yup, mari mulai sekarang juga untuk evaluasi diri. Are you ready?
So .. Prepare our self before on air
1. Usahain stand by di studio minimal 30 menit sebelum siaran. Maksudnya supaya kita memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan lingkungan studio. Trus kita juga punya cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan siaran.
2. Siapin materi siaran. Misalnya materi info, referensi lagu dan sebagainya. Kalo handle program dialog (wawancara), biasanya disiapin oleh project officernya, tapi lebih baik lagi kalo kita siapin sendiri .. untuk jaga2lah (kali aja ngga dibuatin atau pertanyaannya kurang mendalam he3)
3. Pelajari rundown siaran. Order apa aja yang harus kita kerjakan selama on air. Kalo ada yang kurang jelas, sebaiknya tanyain ama program directornya atau pihak yang berwenang. Ngga usah segan, daripada kita bingung pas on air .. Konsentrasi siaran jadi buyar .. kan bisa bahaya jadinya!
4. Relaksasi tubuh dan mulut. Usahain kita dalam keadaan bener2 santai, rileks, ngga tertekan dan tanpa ketegangan. Kalo perlu lakukan senam mulut untuk mengendorkan urat2 mulut dan kerongkongan. Biar lebih bebas aja dalam pengucapan kata2 alias jadi ga kaku. Trus sediain air putih di deket kita, biar sewaktu2 kita perlu, kita gampang ngambilnya ^^
5.Cari posisi duduk yang paling nyaman. Kalo misalnya berdiri lebih baik, kenapa ngga kita lakukan selama kita siaran, toh pendengar juga cuman bisa dengerin suara kita, ga tau posisi kita kayak gimana, yang penting kita selalu fokus pada mic (aku sering lho .. ngelakuin hal ini .. seru lagi)
6. Pastikan kondisi headphone sempurna. Agar kita bisa mengontrol suara kita. Cari kualitas suara di headphone yang paling nyaman buat telinga kita. Suaranya ngga terlalu keras atau juga ngga terlalu kecil.
Ok .. segitu dulu ya sharingnya .. moga bermanfaat. Sampai jumpa ^^

buat teman2 and kakak kelas 9 qt punya artikel tentang tips menghadapi UN baca yach.Ujian Nasional (UN) tinggal menghitung hari, terutama bagi para siswa SMP. Berbagai gejala sindrom UN semakin tampak dalam keseharian siswa-siswi di sekolah maupun di rumah. Tidak sedikit yang bertingkah laku di luar kebiasaannya. Stres, tegang, gelisah, panik, khawatir dan takut menghadapi ujian merupakan gejala psikologis yang kerap mendominasi hati dan pikiran. Tidak sedikit pula yang bersikap sebaliknya, terlihat acuh tak acuh dan dibawa santai. Gejala -gejala sindromatik menjelang ujian, tentu perlu dicermati dan diatasi secara tepat, baik oleh diri siswa sendiri, orang tua maupun guru. Dalam kondisi tertentu, sindrom UN tersebut kerap mengganggu kesehatan. Ada yang jadi gampang sakit, terlihat lesu dan sulit berkonsentrasi ketika belajar. “Takut tidak lulus”, mungkin hal yang paling membebani para siswa, sehingga mengatasi sindrom UN yang menggejala tersebut diperlukan upaya persiapan dan dukungan integral dari aspek material, moral, mental, psikologis, spiritual, intelektual dan emosional yang dilakukan semua pihak terkait.
Mengapa demikian?
Munculnya gejala sindromatik yang ditunjukkan siswa bisa dikatakan sebagai gejala psikologis berulang dari tahun ke tahun. Hal ini tentu perlu untuk dijadikan bahan evaluasi dan inovasi bagi semua pihak, termasuk orang tua, guru, siswa dan pengelola sistem pendidikan. Sebuah realita bahwa UN “membebani” banyak siswa, bahkan para guru juga orang tua siswa. Beban kecemasan dan kekhawatiran akan menggejala mulai dari diinformasikannya standar kelulusan, persiapan yang harus dilakukan pra-UN, saat pelaksanaannya, hingga mempersiapkan kondisi pasca UN. Memang, sebagai bagian dari sebuah sistem, UN memiliki tujuan yang ideal bagi proses pendidikan, terutama sebagai salah satu alat ukur keberhasilan pembelajaran formal. Namun, dalam praktiknya, tingkat kesiapan dan kematangan tiap sekolah, guru dan siswanya berbeda-beda, bergantung kepada besar kecilnya kendala yang dihadapi masing-masing.
Sebagai sebuah proses dalam sistem pendidikan, UN dapat dikatakan sebagai ajang kompetisi prestasi bergengsi yang bisa mempengaruhi mutu sekolah dan kualitas lulusan. Namun, secara manusiawi, ujian dalam bentuk apapun membutuhkan kesiapan mental dan fisik, serta kematangan dalam mempersiapkan berbagai kemungkinan. Ujian Nasional juga dapat dikatakan sebagai sebuah beban mental bagi yang tidak siap mengatasi dan menghadapi berbagai kemungkinan (berhasil/gagal). Beban mental psikologis seringkali lebih sulit diatasi, serta melemahkan kekuatan fisik dan konsentrasi berpikir seseorang sekalipun persiapan materi sudah mantap, sehingga ciri-ciri sindromatik di atas kerap terlihat mempengaruhi sikap dan tingkah laku para siswa yang akan menghadapi ujian.
Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Ada gejala, ada kendala dan ada usaha untuk melewatinya sebagai sebagai sebuah proses di dunia pendidikan. Kesiapan mental, emosional dan spiritual merupakan aspek penting yang mendukung aspek material dan intelektual dalam menghadapi ujian dan mengatasi gejala-gejala sindrom tersebut. Selain dukungan moral dan material dari guru dan orang tua, bagi pembaca yang akan menghadapi ujian ada beberapa cara sederhana yang dapat disimak berikut ini untuk membantu mengtasi sindrom ujian.
Pertama, usahakan untuk makan teratur dengan gizi seimbang. Kesiapan fisik merupakan modal penting menghadapi segala bentuk ujian. Hindari minuman berkafein tinggi, beralkohol dan merokok karena selain mengganggu kesehatan badan juga bisa merusak mood kita. Mood merupakan faktor penting bagi kelancaran dan keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu, termasuk menjaga stabilitas semangat dan konsentrasi.
Kedua, biasaan tidur cukup dan teratur. Selain tidur malam yang cukup dan berkualitas, sempatkan tidur siang selama 20-30 menit untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan otak kembali fresh. Penelitian membuktikan bahwa tidur selain mempengaruhi optimasi kerja otak juga mempengaruhi kestabilan emosi. Rasa cemas, tegang dan stres merupakan dorongan emosional kita. Kestabilan emosi sangat mempengaruhi kebebasan dan ketenangan berpikir juga dalam melakukan dan menyelesaikan sesuatu.
Ketiga, manjakan otak dengan relaksasi atau terapi musik sederhana. Hal ini bisa dilakukan sambil belajar atau setelah penat belajar. Menciptakan suasana belajar yang nyaman, di tempat yang tenang atau sambil mendengarkan musik berirama lembut bisa membantu optimasi fungsi kerja otak dalam menyerap dan menyimpan informasi.
Keempat, jangan bebani otak kita dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) atau belajar banyak materi sekaligus dalam satu waktu. Memori otak kita lebih efektif menyerap informasi secara berkala. Karena itu, lebih baik belajar sedikit-sedikit secara rutin (dicicil) setiap hari bahkan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Mempelajari variasi soal ujian yang berkaitan dengan materi pelajaran atau membuat ringkasan materi bisa menjadi metode yang membantu pemahaman kita. Beban otak berlebih mempengaruhi emosi dan pikiran kita, cepat lelah dan gampang marah.
Kelima, jangan menyepelekan hal-hal yang dianggap kecil yang berkaitan dengan ujian. Persiapkan peralatan dan kelengkapan ujian, serta perhatikan hal-hal teknis lainnya seperti peraturan ujian dan ketelitian membaca, memahami dan menganalisa soal ujian. Keteledoran dalam hal-hal kecil seringkali menimbulkan kepanikan yang bisa membuat konsentrasi buyar.
Keenam, tumbuhkan optimisme bahwa kita pasti bisa melewati ujian dengan segenap upaya dan kerja keras kita dalam belajar. Keyakinan dan berpikir positif merupakan energi yang bisa mempengaruhi cara kita bersikap dan bertindak, sehingga berdampak terhadap kestabilan fisik dan ketenangan psikis kita menghadapi ujian
Ketujuh, persiapkan mental spiritual kita dengan lebih mendekatkan diri kepada-Nya melalui shalat, doa, membiasakan membaca Al-Qur’an secara rutin dan berpuasa. Di balik segala upaya fisik dan material kita, ada kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Menentukan, yang lebih menentukan keberhasilan atau kegagalan kita. Kerendahan hati kita untuk meminta akan menumbuhkan keikhlasan kita untuk bersabar dalam ikhtiar (belajar), serta dalam berserah dan berpasrah diri atas keputusan-Nya.
DOA merupakan energi yang tidak akan pernah habis meskipun sering kita gunakan dan sering pula kita abaikan. Sebuah doa bisa mengubah keadaan dan segenap upaya bisa menjadi jalan terwujudnya harapan.Semoga berhasil dan bermanfaat.
Hallo Sobat Planet qt pengurus OSIS masa bhakti 2010-2011 punya program baru yaitu radio komunitas Planet 7 fm, Young, Creative, Single And Smart 89,2MHz programnya juga menarik And Asyik buat kalian simak, diantaranya:
TOP HITS: Chart lagu terpopuler
INTIPS:Seputer informasi dan tips
HEADLINE NEWS: Seputar berita2
F2M: Salam and request Lagu
KANGKUNGDOK: cerita kisah Inspiratif
DIVISI POSDAM (PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA)
1. Membuat Data Base Pengurus OSIS 2011
2. LKMS (Latihan Kepemimpinan dan Manajerial 2011)
- Pelatihan kepada Calon Pimpinan OSIS (DPH, Ketua DIVISI, Ketua dan Sekretaris SEKBID)
3. MABISA 2011 (Masa Bimbingan Siswa 2011)
- Pembinaan dan bimbingan bagi siswa baru setelah rangkaian acara MOPDB
4. Training of Trainer (TOT)
- Pelatihan kepada panitia MOPDB, LDK, MUBES dll
5. Training for Team (REAGEN)
- Kegiatan bersama seluruh pengurus OSIS sebagai modal awal kepengurusan OSIS
6. Gathering OSIS
- Acara kumpul bersama pengurus OSIS
7. Mid-Year Refreshing
- Acara kumpul bersama pengurus OSIS
8. Performance Management
- Evaluasi dan kontrol kinerja pengurus OSIS
9. U've Got Mail
- Pengadaan ’kotak surat’ untuk tiap individu pengurus OSIS yang bersifat pribadi dan diletakkan di tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh seluruh pengurus OSIS
10. HR-Information System
· Sistem informasi SDM terpusat
11. MOS (Motivator of Polo Shirt)
- Pembuatan Polo Shirt OSIS yang dipakai saat event gathering / kumpul bersama
12. JAS ALMET
.Pembuatan Jas Almamater yang merupakan pakaian dinas resmi OSIS SMP N 7 Bogor
13. Mengawal proses integrasi kaderisasi nilai siswa dari SD ke SMP dengan nilai keprofesian dan pengabdian masyarakat
14. Koordinator pelaksana event kaderisasi terpusat OSIS SMP N 7 BOGOR
15. Mengkoordinasikan semua divisi kaderisasi dan SEKBID untuk pemenuhan kebutuhan kaderisasi, penyamaan frame kaderisasi OSIS dan mendapatkan informasi dari keberjalanan kaderisasi
16. Menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang timbul dari event kaderisasi untuk kemudian merumuskan penyelesaiannya dan melaksanakannya bersama dengan pihak terkait
17. Melaksanakan pembinaan secara penuh kepada siswa melalui kerjasama dengan unit-unit dalam menumbuhkan sense keberaktivitasan & pengembangan karakter
18. Mengkoordinasikan ektrakurikuler dalam pelaksanaan kaderisasi
19. Koordinasi dengan Devisi Kastrat untuk penyusunan draft integrasi pendidikan formal & kaderisasi siswa
| No | Aktivitas | Target | Realisasi | Problem | Aksi | PIC | Due Date | |
| | Start | End | ||||||
| 1 | Kaderisasi | | | | | | | |
| 2 | RAKOR | | | | | | | |
| 3 | | | | | | | | |
| 4 | | | | | | | | |
| 5 | | | | | | | | |
| 6 | | | | | | | | |
| 7 | | | | | | | | |
| 8 | | | | | | | | |
JADWAL ACARA
MUSYAWARAH BESAR MAJELIS PERWAKILAN KELAS (MPK)
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) KE-31 2011
| No | Hari/Tanggal | Waktu | Dur | Acara | Ket/PJ |
| 1 | Minggu 16/11/2011 | 07.00-08.00 | 60 m | Persiapan Acara | Jasmine |
| 2 | | 08.00-08.15 | 15 m | Registrasi | Regina + Hamiza |
| 3 | | 08.15-09.00 | 45 m | Opening Ceremony : 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al- Quran 3. Menyayikan Lagu Indonesia Raya 4. Sambutan-sambutan : a. Ketua Panitia MUBES Ke-31 b. Ketua Umum OSIS SMPN 7 c. Kepala SMPN 7 Bogor/PKS Kesiswaan 5. Do’a/Penutup | Erin + Dwike |
| 4 | | 09.00-09.30 | 30 m | Sidang Pleno 1 (Pembahasan jadwal dan tata tertib) | Dinda Tasya |
| 5 | | 09.30-12.00 | 120 m | Sidang Pleno 2 a. Pembacaan naskah LPJ b. Pembacaan GBPK masa bhakti c. Pandangan umum/tanya jawab d. Penilaian atas LPJ 2009/2010 e. Pengesahan LPJ f. Demisioner | Adinda Nur A |
| 6 | | 12.00-12.45 | 45 m | Istirahat+Sholat+Makan | |
| 7 | | 12.45-13.45 | 60 m | Sidang Pleno 3 1. Pembahasan komisi-komisi a. Komisi A tentang GBPK b. Komisi B tentang AD/ART c. Komisi C tentang struktur tugas, fungsi, dan wewenang OSIS d. Komisi D tentang rekomendasi 2. Pengesahan hasil komisi-komisi. | Amelia F |
| | | 13.45-14.45 | 60 m | Sidang Pleno 4 1. Debat caketos 2. Pemilihan Ketua Umum OSIS 3. Pidato kemenangan 4. Pembentukan formatur | Rany + Ghalib |
| 8 | | 14.45-15.15 | 30 m | Sidang Pleno 5 1. Penetapan susunan dan personalia pengurus OSIS masa bhakti 2010/2011 | Rasty |
| 9 | | 15.15-15.30 | 30 m | Sidang Paripurna 1. Pengesahan dan pelantikan Ketua Umum OSIS Masa Bhakti 2010-2011 2. Serah Terima Jabatan Ketum | Adinda Nur A |
| 10 | | 15.30-16.00 | 30 m | Clossing Ceremony: a. Sambutan Ketua Umum OSIS 2011 b. Prakata Perpisahan Ketum OSIS 2010 c. Sambutan MBO d. Doa/ Penutup | Erin + Dwike |
